Senin, 09 Januari 2012

SEJARAH DESA SLUNGKEP DI KAYEN PATI


Dalam cerita legenda pewayangan terjadinya desa Slungkep yaitu aslupnya Begawan Mintorogo  di sumber kedung srengenge  dijuluki Sumber  Gempol. Dalam bahasa Jawa aslup berarti hilang, dan aslupe Mintorogo berarti tempat peristirahatan yang terakhir oleh Begawan Mintorogo. Oleh sebab itu Sumber  Gempol itu dijadikan  punden bagi masyarakat Slungkep yang sekarang masih dikeramatkan dan masih dibanggakan bagi warga Slungkep. Setiap tanggal 1 Sura banyak orang yang mempertebal ilmu Jawa, dia bertirakat disitu pada malam harinya. Sampai sekarang orang yang punya hajat pasti hajatan disitu dan apabila menanggap wayang dia tidak pernah mengambil lakon yang ada sangkut pautnya Begawan Mintorogo atau Baratayuda sebab akan terjadi pertumpahan darah. Begawan Mintorogo itu cucu dari Betara surya yang mempunyai sifat merelakan dirinya untuk berkorban demi kawulanya. Selain itu Slungkep mempunyai pahlawan yang sangat dibanggakan sampai  tetap tanggal 17 Agustus diperingati semua warga kecamatan Kayen yang namanya Raden Soleman. Beliau adalah keturunan raja Ngayogyakarta, setiap tanggal 17 itu saudaranya  dari Jogjakarta pasti berziarah dimakam Raden Soleman, yang pada saat itu Raden Soleman bertugas di desa Slungkep tapi naas bagi mereka pada waktu malam didatangi Alose ( pibumi yang menjadi  tent ara Belanda ) dia tertangkap tapi pada waktu perjalanannya melewati jembatan bamboo, karena jembatan bambu di pijak kaki berbunyi dikira raden Soleman lari sehingga ditembak oleh Alose, dan Raden Soleman gugur yang kemudian dimakamkan di dukuh  Dlubang, desa Slungkep, Pati.